Dokter Yovita Alviana Jelaskan Gejala Influenza A dan Cara Mencegah Penularannya

JATIM ZONE – Influenza A merupakan salah satu jenis infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menular dengan cepat. Gejalanya kerap menyerupai flu biasa, sehingga masyarakat perlu mengenali tanda-tandanya agar dapat melakukan penanganan sejak dini.

Dokter Yovita Alviana menjelaskan, gejala Influenza A umumnya muncul secara tiba-tiba. Keluhan yang sering dialami meliputi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas.

Pada sebagian orang, infeksi influenza juga dapat disertai menggigil, penurunan nafsu makan, hingga gangguan saluran pencernaan.

Menurut dr. Yovita, penularan Influenza A dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Penularan secara langsung dapat berlangsung melalui percikan saluran pernapasan dari orang yang terinfeksi saat batuk, bersin, atau berbicara.

Sementara itu, penularan tidak langsung dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

“Gejalanya bisa sangat mirip dengan flu biasa. Yang perlu diperhatikan adalah munculnya gejala secara tiba-tiba, terutama demam dan rasa lemas yang cukup berat,” jelas dr. Yovita Alviana.

Ia menambahkan, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Langkah tersebut antara lain mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan protein yang cukup.

“Kalau sedang sakit, sebaiknya gunakan masker dan hindari kerumunan saat bergejala. Vaksinasi influenza juga dapat menjadi salah satu langkah pencegahan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi,” tambahnya.

Selain menerapkan langkah pencegahan, masyarakat juga perlu mewaspadai gejala yang mengarah pada kondisi serius. Pemeriksaan medis perlu segera dilakukan apabila muncul sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, tanda-tanda dehidrasi, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

Penanganan yang tepat sejak awal penting untuk mengurangi risiko komplikasi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta.

Dengan mengenali gejala, memahami cara penularan, dan menerapkan langkah pencegahan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran Influenza A sekaligus melindungi orang-orang di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *