Warga Kaladi Bangun Jalan Sendiri Setelah 13 Tahun Aspirasi Perbaikan Diabaikan

JATIM ZONE – Perbaikan jalan tak kunjung terwujud selama 13 tahun, warga Dusun Kaladi, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, akhirnya mengambil inisiatif membangun jalan secara swadaya.

Jalan sepanjang 2 kilometer yang menjadi akses utama menuju pusat ekonomi dan pendidikan di Kecamatan Gayam tersebut kondisinya telah rusak parah.

Koordinator lapangan perbaikan, Rahman, menyatakan aksi gotong royong yang dimulai pada Minggu, 01 Februari 2026 ini merupakan bentuk protes terhadap pemerintah.

Menurutnya, aspirasi warga yang disampaikan berulang kali melalui forum musyawarah desa tak pernah mendapat respons memadai.

“Alasannya selalu tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan di daerah ini. Tapi, kami melihat di daerah lain pembangunan jalan terus berjalan. Ketimpangan ini yang menguji kesabaran kami,” ujar Rahman, Senin, 02 Februari 2026.

Kondisi jalan yang rusak tersebut dinilai sangat membahayakan, terutama saat musim hujan karena menjadi licin. Hal ini menyulitkan warga dalam mengakses sekolah, pasar, dan pusat kegiatan lainnya.

“Sudah 13 tahun warga menjerit meminta perbaikan. Aspalnya sudah tidak ada, tinggal tanah. Makanya licin dan berbahaya,” imbuhnya.

Meski penuh keterbatasan, semangat gotong royong warga dan para perantau asal Kaladi ternyata mampu menggerakkan pembangunan.

Hingga saat ini, pekerjaan untuk 1 kilometer jalan pertama telah selesai dengan sistem rabat beton. Pendanaan berasal dari sumbangan swadaya masyarakat yang telah terkumpul mencapai ratusan juta rupiah.

“Alhamdulillah, donatur berdatangan. Baik yang ada di tanah rantau, maupun warga lokal. Masih banyak yang peduli dengan kondisi jalan di Kaladi ini,” kata Rahman.

Meski telah bergerak mandiri, Rahman dan warga tetap menuntut keadilan dan perhatian serius dari Pemerintah Desa Pancor. Mereka meminta agar pembangunan infrastruktur di wilayahnya diprioritaskan dan dilaksanakan secara merata.

“Harapan kami ke depan ada perubahan yang lebih baik. Pemerintah harus hadir untuk memenuhi hak dasar warga atas infrastruktur yang layak,” tegasnya.

Perbaikan jalan swadaya ini masih membutuhkan sekitar 1,5 kilometer lagi untuk mencapai titik akhir. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Desa Pancor terkait aksi swadaya dan keluhan warga Dusun Kaladi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *