Dorong Wirausaha Digital, UNIBA Madura Gandeng BPRS Bhakti Sumekar Luncurkan 100 Stand Live Streaming

JATIM ZONE – Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura resmi meluncurkan proyek kolaborasi inovasi (Innovation Collaboration Project) bersama BPRS Bhakti Sumekar di Sumenep, Jawa Timur.

Program ini bertujuan mentransformasi kewirausahaan mahasiswa melalui integrasi model bisnis daring dan luring dengan memanfaatkan teknologi live streaming.

Dalam proyek perdananya, sebanyak 1.000 mahasiswa UNIBA tercatat sebagai pelaku usaha muda. Mereka tidak hanya membuka lapak usaha di 100 stan, tetapi juga dibekali pelatihan pemasaran digital.

Fokus utama pelatihan ini adalah pemanfaatan fitur siaran langsung atau live streaming commerce untuk menjangkau konsumen secara lebih luas, interaktif, dan real-time.

Rektor UNIBA Madura, Prof. Dr. Ir. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU., Asean. Eng, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis digital.

“Mahasiswa hari ini harus adaptif. Mereka tidak cukup hanya memahami teori bisnis, tetapi harus mampu menguasai teknologi pemasaran digital. Live streaming bukan sekadar tren, tetapi strategi masa depan dalam membangun brand dan kepercayaan pasar,” tegasnya, Kamis,  27 Februari 2026.

Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada penyediaan sarana fisik berupa 100 stan. Dari sisi pendanaan dan pembinaan, BPRS Bhakti Sumekar berperan memberikan akses literasi keuangan syariah, pendampingan manajemen usaha, serta peluang pembiayaan berkelanjutan bagi mahasiswa.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menyambut antusias inisiatif ini. Pihaknya menilai bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, perlu diberikan ruang praktik langsung.

Hal ini penting agar mereka memahami tata kelola usaha, manajemen keuangan, serta prinsip ekonomi syariah secara aplikatif.

“Platform live streaming menjadi jembatan baru antara mahasiswa dan pasar yang lebih luas tanpa batas geografis. Kami berharap ini bisa mencetak wirausahawan muda yang tidak hanya inovatif, tetapi juga paham literasi keuangan,” ujarnya.

Program Innovation Collaboration Project ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga keuangan syariah.

“Target jangka panjangnya adalah menciptakan wirausahawan muda yang inovatif, digital-minded, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Peluncuran ini pun dinilai sebagai momentum kebangkitan ekonomi kreatif mahasiswa UNIBA Madura menuju era digital commerce yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *