Kapolresta Sumenep Terpikat Budaya Musyawarah Masyarakat Kota Keris

JATIM ZONE – Obrolan ringan mengalir hangat ketika Kapolresta Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu bersama jajarannya bersilaturahmi dengan para wartawan yang tergabung di Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep, Kamis, 30 Juli 2026 kemarin.

Pertemuan yang semula berlangsung santai itu perlahan berubah menjadi ruang berbagi kisah dan cerita. Bukan sekadar membahas tentang keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi pembahasannya mengalir agak jauh, yakni tentang karakter dan kehidupan masyarakat Sumenep.

Siapa menyangka, orang nomer satu di lingkungan Polresta Sumenep ini ternyata telah lebih dulu mempelajari tentang Sumenep sebelum mengemban amanah sebagai Kapolresta.

Di hadapan para wartawan, Kombes Ariek panjang lebar bercerita dan mengaku terkesan dengan budaya masyarakat Kota Keris. Menurutnya, Sumenep bukan hanya kaya akan sejarah dan tradisi, tetapi juga memiliki masyarakat yang menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang Sumenep memiliki budaya dan etika yang tinggi. Saya melihat masyarakat di sini tidak mudah terpancing konflik dan bahkan tidak suka dengan konflik. Kalau ada persoalan apapun, mereka cenderung memilih jalan musyawarah untuk mencari penyelesaian bersama,” tuturnya.

Baginya, budaya musyawarah yang masih mengakar di Sumenep ini menjadi modal sosial yang sangat berharga. Di tengah berbagai dinamika kehidupan modern, nilai-nilai kekeluargaan itu tetap hidup dan menjadi perekat hubungan antarwarga.

Cerita Kapolresta kemudian berlanjut pada hal lain yang membuat para wartawan cukup terkejut. Meski belum lama bertugas di Kabupaten Sumenep, ia ternyata telah mempelajari banyak hal tentang daerah yang dipimpinnya dari sisi keamanan.
Tanpa melihat catatan, Kombes Ariek menyebut Sumenep merupakan kabupaten kepulauan yang memiliki 126 pulau, terdiri atas pulau berpenghuni dan pulau yang belum berpenghuni. Pengetahuannya mengenai kondisi geografis Sumenep menunjukkan bahwa ia tidak datang hanya untuk menjalankan tugas, tetapi juga berusaha memahami daerah beserta karakter masyarakatnya.

Menurutnya, mengenal wilayah tempat bertugas dan mengabdi merupakan bagian penting dari tugas seorang pemimpin. Dengan memahami kondisi geografis, budaya, hingga kebiasaan masyarakat, kebijakan dan pelayanan kepolisian akan lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, ia menilai setiap daerah memiliki karakter yang berbeda. Sebab itu, pendekatan kepada masyarakat tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan memahami nilai-nilai lokal yang telah tumbuh sejak lama.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Ariek juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang erat dengan insan pers.

“Media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan mitra strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” paparnya.

Silaturahmi yang berlangsung sederhana itu pun berakhir dengan penuh keakraban. Tawa sesekali pecah di sela perbincangan, menandai awal hubungan yang diharapkan semakin erat antara Polresta Sumenep dan insan pers.

Bagi Kombes Ariek, mengenal Sumenep tidak cukup hanya lewat peta dan data, tetapi juga melalui dialog, budaya, serta kedekatan dengan masyarakat yang dikenal santun dan menjunjung tinggi nilai musyawarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *