Momentum Kemerdekaan, DPMD Sumenep Dorong Desa Jadi Penggerak Pembangunan dan Kemandirian Masyarakat

JATIM ZONE – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat gotong royong serta mendorong desa agar semakin mandiri dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain menegaskan, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga harus tercermin dalam upaya nyata membangun desa dan memberdayakan masyarakat.

Menurut pria yang karib disapa Zul, desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Sebab itu, momentum kemerdekaan seyogianya menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat desa untuk terus berinovasi, meningkatkan potensi lokal, serta memperkuat kebersamaan.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai sebagai dorongan untuk terus bergerak membangun desa,” ujarnya.

Pria berkumis ini mengatakan, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi desa, serta terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang baik.

DPMD Sumenep, kata dia, akan terus mendorong pemerintah desa agar mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki masing-masing desa. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda-beda. Maka dari itu, kami mendorong agar potensi tersebut digali dan dikembangkan sesuai kebutuhan serta kemampuan masyarakat desa,” katanya.

Di samping itu, Dzulkarnain berharap semangat kemerdekaan dapat terus dijaga dan diwujudkan melalui kerja bersama antara pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Yang paling penting adalah bagaimana semangat kemerdekaan ini terus hidup dalam kehidupan masyarakat. Gotong royong, kebersamaan, kepedulian dan semangat membangun harus terus dipelihara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *