Bupati Sumenep Ingatkan Petani Tembakau Waspadai Pergantian Musim

JATIM ZONE – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengingatkan petani tembakau agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan penanaman.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul mulai masuknya penghujung musim kemarau di wilayah Sumenep.

Menurut Fauzi, perubahan cuaca perlu menjadi perhatian petani karena tanaman tembakau membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan hingga memasuki masa panen. Jika penanaman dilakukan terlalu terlambat dan hujan turun sebelum masa panen, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi hasil produksi.

“Petani tembakau yang terlambat bercocok tanam, lihat cuaca dan kondisi hujan atau tidak,” ujar Fauzi, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, waktu yang dinilai ideal untuk menanam tembakau adalah pada akhir musim hujan atau memasuki awal musim kemarau. Dengan demikian, tanaman memiliki waktu yang cukup untuk tumbuh hingga panen sebelum musim hujan kembali tiba.

Karena itu, Fauzi mengimbau petani yang belum mulai menanam agar mempertimbangkan kondisi cuaca dan siklus musim sebelum memutuskan untuk bercocok tanam.

“Menurut kami bulan ini jangan menyusul menanam lagi, khawatir turun hujan. Kita ada di daerah paling timur memang agak lambat hujannya, di barat sudah hujan,” katanya.

Fauzi menyebut imbauan tersebut terutama ditujukan kepada petani yang hingga kini belum melakukan penanaman. Sementara bagi petani yang sudah terlanjur menanam dan mengeluarkan modal, ia berharap kondisi cuaca tetap mendukung sehingga hasil panen dapat maksimal.

“Yang kami sampaikan ini ya cuma imbauan. Tapi kalau masih tetap bercocok tanam, saya doakan semoga tidak hujan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *