Disbudporapar Sumenep Apresiasi Pemenang Festival Musik Tong-Tong 2026

JATIM ZONE – Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan penghargaan yang diraih para peserta merupakan bentuk apresiasi atas kreativitas dan penampilan yang ditunjukkan selama festival.

“Selamat kepada seluruh pemenang Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan musik tong-tong,” kata Faruk Hanafi.

Menurut Faruk, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga keberadaan musik tong-tong sebagai bagian dari budaya Madura.

Ia berharap para peserta terus meningkatkan kualitas pertunjukan dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal serta mencintai kesenian tradisional.

“Yang terpenting adalah bagaimana musik tong-tong terus berkembang dan tetap menjadi bagian dari identitas budaya Madura,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Baladewa ditetapkan sebagai Juara Umum Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026.

Selain juara umum, penghargaan juga diberikan dalam sejumlah kategori. Berikut daftar penerima penghargaan Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026:

Juara Umum

  • Baladewa

Dekorasi Terbaik

  • Sabda Alam
  • Subur Makmur 99
  • Mega Remmeng
  • Putra SBR
  • Kaconk Madura
  • Pangeran Soengennep
  • Joko Maro
  • Angin Ribut
  • Gong Mania
  • Putra Sidingpuri

Penari Terbaik

  • Peccot Ngamox
  • Pornama Alam
  • Putra SBR
  • Angin Ribut
  • Gong Mania

Aransemen Terbaik

  • Baladewa
  • Satsetsot
  • Kramat
  • Bagaspati
  • Subur Makmur 99

Penyaji Terbaik

  • Baladewa
  • Satsetsot
  • Peccot Ngamox
  • Kramat
  • Bagaspati
  • Subur Makmur 99
  • Putra SBR
  • Barong Ireng
  • Angin Ribut
  • Putra Sidingpuri

Faruk menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian bagi masing-masing kelompok, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas dalam musik tong-tong.

Menurutnya, keberlangsungan seni tradisional membutuhkan keterlibatan para seniman sekaligus regenerasi agar kesenian tersebut tetap dikenal dan diminati generasi muda.

“Semoga para seniman terus berkarya dan berinovasi, serta memberikan ruang kepada generasi muda untuk ikut mencintai dan melestarikan musik tong-tong,” pungkasnya.

Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026 diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk berkreasi, berkompetisi secara sehat, sekaligus memperkuat keberadaan musik tong-tong sebagai bagian dari kekayaan budaya Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *