JATIM ZONE – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mempercepat transformasi digital untuk memperkuat mutu pelayanan.
Upaya ini menyentuh seluruh lini, mulai dari pendaftaran pasien, pengelolaan antrean, hingga rekam medis terintegrasi.
Transformasi ini merupakan bagian dari penyesuaian status rumah sakit menjadi tipe B, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga pada pengembangan sistem kerja yang transparan, efisien, dan terukur.
Digitalisasi dirancang untuk mengatasi persoalan klasik seperti antrean panjang, administrasi berbelit, dan akses data medis yang lambat. Langkah ini menjadi pondasi menuju konsep Smart Hospital yang adaptif.
Salah satu inovasi yang langsung dirasakan pasien adalah sistem pendaftaran dan antrean online. Masyarakat dapat menentukan jadwal, memilih dokter, dan mendapatkan nomor antrean dari rumah. Sistem ini terbukti memangkas waktu tunggu yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari dua jam pada jam sibuk.
“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang mudah, cepat, dan akurat. Transformasi digital ini adalah strategi menjawab kebutuhan zaman, bukan sekadar tren,” ujar Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, Rabu, 04 Februari 2026.
Selain mempermudah akses, digitalisasi meningkatkan kualitas layanan medis melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis aplikasi Meditrack. Data pasien tersimpan aman, sistematis, dan dapat diakses secara real-time oleh tenaga kesehatan berwenang, mempercepat diagnosis dan koordinasi antarlayanan.
“Inovasi ini sangat mempercepat proses diagnosis serta koordinasi, sehingga keputusan medis dapat diambil lebih tepat,” jelas dr. Erliyati.
Selain itu, kata wanita berparas cantik ini, RME juga dapat meningkatkan koordinasi lintas unit, dari poliklinik, IGD, hingga rawat inap. Setiap tindakan medis terdokumentasi dengan baik, memudahkan evaluasi dan meningkatkan keselamatan pasien.
“Transformasi berkelanjutan ini telah mengantarkan RSUD Sumenep meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima, bukti pemenuhan standar tertinggi nasional dalam mutu layanan, keselamatan pasien, dan tata kelola,” ujarnya.
Pencapaian tersebut mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di Madura Timur.
Meski mengedepankan teknologi, Erliyati menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap jadi prioritas. Digitalisasi justru mengurangi beban administratif tenaga medis agar mereka lebih fokus pada pelayanan dan interaksi langsung dengan pasien.
“Ke depan, RSUD Sumenep berkomitmen terus mengembangkan transformasi digital seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi kesehatan, untuk menghadirkan layanan yang profesional, modern, dan berdaya saing,” pungkasnya.












