Bappeda Sumenep Buka Ruang Aspirasi Seluas-luasnya untuk Wujudkan Pembangunan Partisipatif

JATIM ZONE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam menerapkan pembangunan partisipatif dengan membuka ruang aspirasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan masyarakat dapat menyampaikan usulan pembangunan melalui berbagai saluran, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang hingga pemanfaatan platform digital yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam proses perencanaan pembangunan agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil warga.

“Bappeda berupaya memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terabaikan, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, maupun masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” ujar Arif, Selasa, 02 Juni 2026.

Dalam proses perencanaan tersebut, Bappeda berperan sebagai fasilitator yang menghimpun, menyaring, dan menyelaraskan berbagai usulan dari masyarakat dengan kemampuan fiskal daerah serta skala prioritas pembangunan.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap program pembangunan tidak lagi didominasi pola dari atas ke bawah (top-down), melainkan lahir dari kebutuhan yang disampaikan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

Selain usulan pembangunan fisik seperti infrastruktur, Bappeda juga mendorong masyarakat untuk memberikan masukan terkait program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan potensi daerah.

Arif menilai keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap program pembangunan, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Setiap aspirasi yang masuk akan kami kaji secara objektif demi mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Pintu aspirasi selalu terbuka karena pembangunan yang sukses adalah pembangunan yang didengar dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.

Dengan pendekatan partisipatif tersebut, Bappeda Sumenep berharap pembangunan daerah dapat berjalan lebih inklusif, tepat sasaran, dan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *