JATIM ZONE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mulai melakukan kajian terhadap sejumlah sektor ekonomi potensial sebagai upaya memperkuat struktur perekonomian daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Kajian yang dilakukan mencakup pemetaan potensi ekonomi kreatif, digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan kawasan wisata yang belum tergarap secara optimal. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan diversifikasi ekonomi menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah di tengah dinamika dan ketidakpastian pasar global.
Menurutnya, Kabupaten Sumenep memiliki berbagai potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan kajian yang komprehensif dan berbasis data, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
“Kita harus jeli melihat peluang. Sektor-sektor baru ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi masa depan Sumenep sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Arif Firmanto, Rabu, 03 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kajian tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan sektor yang dipilih memiliki prospek yang kuat dan mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan.
Selain itu, pengembangan sektor ekonomi baru juga diarahkan agar tetap berpijak pada kearifan lokal masyarakat Madura. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tercipta tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Integrasi antara inovasi ekonomi dan kearifan lokal menjadi kunci agar pembangunan ekonomi berjalan inklusif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat bawah,” pungkasnya.












