Mengusung Konsep Sehat, Lokal, dan Modern, Kedai Rimpang Menjadi Pionir Kedai Jamu Kekinian di Madura.

“Berdiri sejak 2018, kedai ini memadukan resep tradisional, bahan lokal, dan inovasi kekinian agar jamu tetap relevan di tengah tren minuman modern.”

JATIM ZONE – Di tengah gempuran minuman kekinian berbasis kopi dan boba, sebuah kedai di Madura berkomitmen menghidupkan kembali tradisi minum jamu dengan cara yang modern dan menarik bagi generasi muda.

Kedai Rimpang, yang berdiri sejak 2018, bukan sekadar penjual jamu biasa. Mereka menyulap minuman tradisional seperti STMJ (Susu, Telur, Madu, Jahe), Susu Jahe, dan jamu seduh menjadi sajian yang higienis, fresh, dan dikemas dengan baik.

“Awalnya memang ingin menghidupkan lagi tradisi minum jamu di Madura, tapi dengan sentuhan yang lebih kekinian,” ujar pengelola Kedai Rimpang, menjelaskan motivasi dibukanya usaha tersebut.

Filosofi ini tertuang bahkan dalam nama kedai. “Rimpang itu akar dan rempah, simbol bahan dasar yang jadi ciri khas kita,” tambahnya.

Dukung Petani Lokal, Jaga Kualitas Racikan

Kedai Rimpang secara konsisten mendukung perekonomian lokal dengan sumber bahan baku. Selian bahan diperoleh dari petani dan peternak di wilayah Sumenep dan Pamekasan, Madura.

Proses pengolahan dilakukan dengan teknik khusus untuk menjaga rasa dan khasiat. “Kita olah dengan cara yang higienis, dan ada teknik tertentu supaya rasa dan khasiatnya tetap terjaga. Semuanya dibuat fresh setiap hari,” jelasnya.

Untuk memastikan kualitas dan konsistensi rasa, Kedai Rimpang menerapkan standar resep baku dan melakukan uji rasa secara rutin. Produk andalan yang paling banyak dicari adalah STMJ dan Kuncup Wangi.

Sasar Generasi Muda dan Wisatawan

Segmentasi pelanggan mereka cukup luas, mencakup usia 20 hingga 45 tahun yang peduli kesehatan, serta wisatawan yang berkunjung ke Madura.

Tantangan terbesarnya adalah mengubah persepsi jamu yang dianggap kuno di kalangan anak muda. “Tantangannya itu mengenalkan jamu ke anak muda, supaya mereka tertarik,” ujarnya.

Strategi pemasaran mereka pun mengikuti cara gen Z, yakni mengandalkan media sosial, promosi langsung, dan memanfaatkan word of mouth atau rekomendasi dari pelanggan. Mereka juga terbuka terhadap kolaborasi dengan pihak yang memiliki visi sejalan.

Berinovasi dan Merespons Pasar

Kedai Rimpang tidak hanya berpegang pada menu klasik. Mereka secara rutin berinovasi membuat varian rasa baru menyesuaikan selera pasar, namun tetap berprinsip pada bahan-bahan alami. Permintaan khusus pelanggan, seperti varian tanpa gula, menjadi masukan berharga untuk pengembangan produk.

Meski begitu, kendala operasional seperti fluktuasi pasokan bahan baku akibat musim tetap harus dihadapi. “Sejauh ini masih bisa kita atasi,” tuturnya.

Rencana Ekspansi dan Filosofi Bisnis

Ke depannya, Kedai Rimpang berencana memperluas jaringan penjualannya di seluruh Madura agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati minuman sehat mereka. Mereka menjalankan model bisnis hybrid, dengan penjualan offline di kedai dan melayani pesanan online.

Dalam menghadapi persaingan, Kedai Rimpang memilih untuk fokus menjaga kualitas dan ciri khas sendiri. “Persaingan itu wajar. Kita fokus jaga kualitas,” tegasnya.

Pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat adalah bahwa jamu bukan sekadar obat, melainkan telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang modern dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *