JATIM ZONE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 42 kembali menghadirkan program inovatif di lokasi penugasan mereka, Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan.
Pada Senin, 15 September 2025, mereka menggelar pendampingan pembuatan pupuk organik cair (POC) yang diikuti oleh 20 orang peserta dari kalangan petani dan masyarakat desa.
Kegiatan ini berlangsung di salah satu balai warga Desa Somalang. Sejak pagi, para peserta tampak bersemangat mengikuti arahan dari mahasiswa KKN. Bahan-bahan yang telah disiapkan mulai dari kotoran ternak, dedaunan kering, limbah organik dapur, hingga air tebu tersusun rapi, siap diolah menjadi pupuk organik cair.
Koordinator KKN Posko 42, Kafilurrahman, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan mereka. Dengan menggandeng masyarakat secara langsung, ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara mandiri.
“Melalui pendampingan ini kami ingin menunjukkan kepada warga bahwa pupuk tidak harus dibeli dengan harga mahal. Dengan bahan sederhana yang tersedia di sekitar rumah, mereka bisa membuat pupuk sendiri. Pupuk organik cair ini murah, ramah lingkungan, dan manfaatnya besar bagi tanah maupun tanaman,” ucapnya.
Para mahasiswa terlihat membaur dengan warga, menjelaskan setiap langkah pembuatan pupuk secara rinci. Mulai dari pencacahan bahan, pencampuran, hingga cara menyimpan larutan dalam wadah tertutup untuk proses fermentasi. Sesekali, peserta terlihat aktif bertanya, bahkan mencoba sendiri proses pengadukan bahan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Somalang yang turut hadir menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN UA Posko 42.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa KKN benar-benar memberikan warna baru di desa kami. Program pembuatan pupuk organik cair ini sangat tepat sasaran karena sesuai dengan kebutuhan petani di Somalang. Semoga ilmu yang diberikan dapat dipraktikkan terus-menerus dan memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat hidup. Para peserta tampak antusias mengikuti arahan. Beberapa bahkan langsung berdiskusi bagaimana cara memanfaatkan bahan yang ada di rumah masing-masing untuk membuat POC secara mandiri.
Salah seorang peserta, Suharti, mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru.
“Selama ini kami selalu membeli pupuk kimia. Harganya mahal dan kadang sulit didapat. Dengan kegiatan ini, saya jadi tahu ternyata membuat pupuk cair tidak sulit. Bahan-bahannya juga gampang ditemukan, bahkan banyak yang biasanya terbuang. Insyaallah saya akan coba membuatnya di rumah,” ujarnya dengan semangat.
Peserta lain, Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih optimis menghadapi musim tanam berikutnya.
“Kalau pupuk bisa kita buat sendiri, berarti kita bisa lebih hemat. Hasil panen semoga juga lebih baik. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.
Kafilurrahman menegaskan bahwa mahasiswa KKN Posko 42 tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga akan melakukan pendampingan lanjutan selama masa penugasan mereka di Desa Somalang.
“Kami akan terus memantau dan mendampingi warga agar mereka benar-benar bisa mandiri dalam membuat pupuk organik cair ini. Bahkan jika memungkinkan, kami berharap ada kelompok tani yang bisa mengembangkan produksi pupuk ini secara lebih besar, sehingga bisa menjadi produk unggulan desa,” terangnya.
Dengan adanya program ini, Desa Somalang diharapkan mampu mengambil langkah awal menuju pertanian mandiri dan berkelanjutan.
Dukungan pemerintah desa, antusiasme masyarakat, serta pendampingan mahasiswa KKN menjadi kombinasi yang ideal untuk mewujudkan perubahan positif di sektor pertanian.
Kepala Desa Somalang pun optimis bahwa program semacam ini akan membawa dampak lebih luas.
“Kalau masyarakat terbiasa membuat pupuk organik cair, ketergantungan pada pupuk kimia bisa berkurang. Selain menghemat biaya, tanah juga lebih sehat, hasil panen lebih baik. Inilah yang kita harapkan bersama,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan pembuatan pupuk organik cair yang digagas mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 42 Desa Somalang bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan awal dari gerakan menuju pertanian yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Pamekasan.












