Dokter Yovita Edukasi Remaja SMPN 14 Jember Cegah Pernikahan Dini dan Risiko Seks Bebas

JATIM ZONE – Sebanyak 135 siswa kelas IX SMP Negeri 14 Jember antusias mengikuti edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini dan perilaku seks bebas yang digelar oleh Swayanaka Regional Jember, Jumat, 01 November 2025.

Acara ini menghadirkan dr. Yovita Alviana sebagai pemateri untuk memberikan pemahaman tentang dampak buruk kedua masalah tersebut serta kesehatan reproduksi remaja.

Dalam pemaparannya, dr. Yovita Alviana memaparkan berbagai risiko kesehatan serius yang mengintai akibat pernikahan dini.

“Dampaknya pada ibu dan anak sangat besar, mulai dari peningkatan risiko kematian ibu dan bayi, kelahiran prematur, komplikasi kehamilan, hingga masalah pada organ reproduksi,” jelasnya.

Ia juga menekankan dampak jangka panjang seperti stunting dan malnutrisi pada anak yang dilahirkan.

Tidak hanya dampak kesehatan, dr. Yovita juga menyoroti konsekuensi sosialnya, seperti putus sekolah yang membatasi kesempatan belajar dan mengembangkan diri.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab dan games, di mana banyak siswa menanyakan cara mencegah pernikahan dini di daerah mereka serta menghindari penyakit menular seksual.

Edukasi ini menjadi penting mengingat tingginya angka perkawinan anak di Jawa Timur, dengan Jember sebagai penyumbang tertinggi.

Wanita berparas cantik ini memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada 2023, Kabupaten Jember mencatat 903 kasus perkawinan anak. Secara keseluruhan, proporsi perempuan usia 20-24 tahun yang menikah sebelum 18 tahun di Jawa Timur memang mengalami penurunan, dari 10,44% (2021) menjadi 8,86% (2023), namun angka ini masih memerlukan perhatian serius.

Tingginya angka pernikahan dini di Jember dipicu oleh faktor multidimensi, seperti masalah ekonomi keluarga, adat budaya, rendahnya pemahaman hukum, dan pola pikir masyarakat di daerah pedesaan.

Perkawinan anak juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis.

“Kondisi emosional remaja yang belum stabil dapat memicu konflik rumah tangga dan berujung pada perceraian,” tambah dr. Yovita.

Melalui kegiatan ini, wanita murah senyum ini berharap para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan yang tepat bagi masa depan mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *