Pemkab Sumenep Gelar Musabaqah Qiro’atil Kutub, 102 Santri Berlomba Kuasai Kitab Kuning

JATIM ZONE – Sebanyak 102 santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sumenep mengikuti Musabaqah Qiro’atil Kutub (MQK) atau lomba membaca kitab kuning tingkat kabupaten.

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, Selasa, 04 November 2025.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam sambutannya saat membuka acara menekankan bahwa esensi perlombaan ini bukan sekadar mencari pemenang.

“Musabaqoh ini bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi bagaimana para santri memiliki semangat dan spirit untuk terus belajar, mengkaji, serta memahami kitab kuning,” tegasnya.

Ia berharap MQK dapat memicu semangat belajar dan mendalami ilmu agama di kalangan santri. KH. Imam Hasyim juga mengapresiasi kitab kuning sebagai karya ulama yang sangat berharga.

“Membaca dan memahaminya memerlukan ketekunan, kreativitas, serta penguasaan ilmu alat seperti nahwu, sharaf, balaghah, dan mantiq,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setdakab Sumenep, Kamiluddin, menyatakan bahwa MQK merupakan wadah untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap warisan intelektual ulama.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antarpondok pesantren sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga persatuan dan kemajuan umat,” jelas Kamiluddin.

Dia merinci jumlah peserta sebanyak 102 santri yang terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu Marhalah Ula (16 santri), Marhalah Wustha (53 santri), dan Marhalah Ulya (32 santri).

Untuk memastikan kualitas dan objektivitas, panitia menghadirkan sembilan juri yang kompeten, dengan tiga juri untuk setiap tingkatan lomba.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap tradisi intelektual pesantren dalam mengkaji kitab kuning terus terpelihara.

Hal ini sejalan dengan peran pesantren sebagai pusat pengkajian kitab kuning dan pilar dalam membangun peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai luhur keilmuan dan kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *