Bupati Sumenep Serahkan Tunjangan Kehormatan kepada 1.225 Guru Ngaji

JATIM ZONE – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali memberikan tunjangan kehormatan kepada para guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina akhlak dan karakter generasi muda.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Sumenep pada 14 November 2025 di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Program ini berlandaskan Keputusan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sumenep Nomor: 001/37/LPTQ-SMP/2025 tentang Penerima Tunjangan Kehormatan berupa uang untuk guru ngaji Tahun 2025.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo  mengatakan, tahun ini sebanyak 1.225 guru ngaji yang tersebar di 27 kecamatan menerima tunjangan tersebut.

“Mereka merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan daerah yang terus diperkuat oleh Pemkab Sumenep,” ungkapnya.

Sementara total anggaran yang dialokasikan untuk tunjangan kehormatan guru ngaji tahun 2025, kata suami Nia Kurnia ini mencapai Rp1,47 miliar, dengan masing-masing penerima memperoleh Rp1,2 juta.

“Dana disalurkan melalui rekening masing-masing penerima pada Bank BPRS Bhakti Sumekar,” ujarnya, Jumat, 14 September 2025.

Selain pemberian tunjangan, orang nomer satu di Kabupaten bertajuk kota keris ini mengaku seluruh guru ngaji juga telah didaftarkan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan, yang meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Lebih lanjut, Bupati Wongsojudo memaparkan soal tujuan utama program tersebut.

1. Memberikan penghargaan atas dedikasi guru ngaji dalam membina generasi muda

2. Mendukung keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan di masyarakat.

3. Meningkatkan motivasi guru ngaji dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di Kabupaten Sumenep.

Berikut nama-nama penerima simbolis tunjangan kehormatan guru ngaji di Sumenep tahun 2025:

1. Ambunten : KH. MUHAMMAD MAHALLY THOHA (Desa Tambaagung Barat)

2. Batang-batang : K. RASIDI (Desa Legung Barat)

3. Batuan : KH. MASTUR (Desa Babbalan)

4. Batu Putih : KH. SYARBINI (Desa Batu Putih Laok)

5. Bluto : K. HANIF ZAYYADI (Desa Kapedi)

6. Dasuk : K. MUHTAR (Desa Kecer)

7. Dungkek : K. BASRI (Desa Bicabi)

8. Ganding : Ust. EKO ALI MASYKUR (Desa Ganding)

9. Gapura : UST. MARWI

10. Gili Genting :

11. Guluk-guluk : KH. MOH. LUTFI (Desa Payudan Daleman)

12. Talango : KH. IFTAHOL ARIFIN (Desa Gapurana)

13. Sapeken : Ust. MOHAMMAD IKRAM (Desa Pagerungan Kecil)

14. Lenteng : KH. ACH. FAUZAN (Desa Lenteng Barat)

15. Kota : K. SUMARHUM (Desa Pangarangan)

16. Pasongsongan : K. JUHRI (Desa Prancak)

17. Manding : K. FAUZAN (Desa Tenunan)

18. Kalianget : K. LAGIMAN (Desa Kalianget Timur)-kondisional karena terkait kesehatan

19. Rubaru : K. MASRAWI (Desa Pakondang)

20. Pragaan : Ny. FIFI SOFIATI AFIFIYAH, S.Fil (Desa Pragaan Laok)

21. Saronggi : K. ZAINOL ARIFIN (Desa Tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *