JATIM ZONE – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur Achmad Fauzi Wongsojudo menyambut penuh rasa syukur atas ditetapkannya KH Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional 2025.
Pengumuman tersebut disampaikan pada upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara dan menjadi penegasan kembali akan peran sentral ulama Madura dalam perjalanan bangsa.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan penghormatan negara kepada dua tokoh besar itu.
Ia menilai penganugerahan tersebut mencerminkan pengakuan atas kontribusi mendalam keduanya dalam membangun Indonesia melalui ilmu, pemikiran, dan keteladanan moral.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap warisan berharga yang telah ditinggalkan Syaikhona Kholil dan Gus Dur,” ujar Bupati Fauzi, Jumat, 14 November 2025.
Ia menuturkan, Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama yang sangat berpengaruh dalam perkembangan keilmuan Islam dan melahirkan banyak murid penting dalam sejarah pesantren Nusantara.
Sementara Gus Dur, Presiden ke-4 RI, dihormati luas karena gagasan besarnya tentang kemanusiaan, toleransi, serta pembelaannya pada prinsip-prinsip demokrasi.
“Dua sosok ini merepresentasikan kekuatan ilmu sekaligus keluhuran budi pekerti. Jejak perjuangan mereka menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa,” lanjutnya.
Bupati Fauzi juga berharap penganugerahan tersebut mampu menginspirasi generasi muda, khususnya di Madura, untuk terus meneladani nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para ulama.
“Peran generasi muda sangat besar dalam menjaga nilai persatuan, keilmuan, dan kemanusiaan yang mereka ajarkan. Semua itu perlu terus dirawat agar tetap relevan di masa depan,” katanya.
Penetapan gelar Pahlawan Nasional 2025 dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/2025, bersama sembilan tokoh lainnya. Penganugerahan yang berlangsung di Istana Negara menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.












