JATIM ZONE – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep menunjukkan kinerja kuat sepanjang paruh pertama 2025, dengan laju yang konsisten berada di atas target rencana jangka menengah daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumenep pada Triwulan I-2025 tumbuh impressif sebesar 6,46 persen (year-on-year). Meski melandai, pertumbuhan di Triwulan II tetap solid di angka 5,50 persen.
Angka ini melampaui target RPJMD 2025 yang dipatok sebesar 4 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengaitkan capaian ini dengan fokus pemerintah pada penguatan sektor produktif.
“Capaian ini membuktikan bahwa penguatan sektor unggulan yang dijalankan Pemkab Sumenep mulai memberikan hasil nyata,” ujar Arif Firmanto, Sabtu, 15 November 2025.
Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh kebijakan terpadu yang memprioritaskan pengembangan sektor pertanian, perikanan, pariwisata, serta Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh perangkat daerah untuk memastikan perencanaan berdampak pada pertumbuhan dan pemerataan hingga ke wilayah kepulauan.
“Dengan kolaborasi seluruh pihak—pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat—kita optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja,” tambahnya.
Secara rinci, pria murah senyum ini menerangkan bahwa pertumbuhan tinggi pada Triwulan I dipicu oleh menguatnya konsumsi rumah tangga dan distribusi barang jelang Ramadan dan Idulfitri. Sementara perlambatan ringan pada Triwulan II merupakan dampak wajar dari siklus pascapanen dan dinamika harga komoditas pertanian, tanpa mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Meski optimistis, Pemkab menyadari sejumlah tantangan yang harus diwaspadai untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Tantangan tersebut meliputi stabilitas harga bahan pangan, akses logistik ke wilayah kepulauan, peningkatan daya saing produk lokal, dan kebutuhan investasi untuk memperkuat sektor produktif.
Untuk menjaga momentum positif ini, Bappeda memastikan komitmennya dengan beberapa langkah strategis. Penguatan kebijakan lintas sektor, dukungan regulasi, dan keterlibatan masyarakat disebut kunci untuk mempertahankan tren pertumbuhan yang inklusif.












