JATIM ZONE — Ketua Panitia Pemilihan Duta Kampus Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, Aura Intan Wulan Dari, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait polemik denda yang sempat ramai diperbincangkan dan bahkan dituding sebagai pungutan liar (pungli).
Ia menegaskan bahwa aturan denda tersebut sejak awal tidak dimaksudkan untuk menarik uang dari mahasiswa, melainkan memastikan setiap angkatan mengirimkan delegasinya pada ajang tahunan tersebut.
Wanita berparas cantik ini menjelaskan bahwa kebijakan denda telah memperoleh izin dari Rektor. Namun, penekanannya bukan pada nominal denda, melainkan pada kewajiban partisipasi tiap angkatan agar pelaksanaan kegiatan berjalan proporsional dan merata.
Selain itu, kata Aura, panitia telah bekerja keras mempersiapkan penyelenggaraan acara, termasuk menggandeng sekitar 30 sponsor untuk memastikan pelaksanaan Duta Kampus tahun ini berlangsung megah dan profesional.
“Denda itu bukan untuk mencari uang. Fokus kami adalah pendelegasian. Kami ingin setiap angkatan memiliki perwakilan agar agenda Duta Kampus tetap berjalan merata di setiap kontingen,” ujarnya, Sabtu 22 November 2025.
Aturan itu sebelumnya telah disosialisasikan kepada seluruh ketua tingkat (komting) angkatan 2025 tanpa adanya keberatan. Setelah sosialisasi, panitia kembali menindaklanjuti kesepakatan tersebut kepada ketua angkatan di masing-masing program studi.
Namun dinamika berubah ketika beredar video Rektor yang dinilai berlawanan dengan izin sebelumnya.
Dalam video itu, Rektor menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan liar sehingga kebijakan denda dianggap tidak dapat diberlakukan.
Menerima arahan tersebut, panitia langsung menyesuaikan kebijakan.
“Begitu kami menerima instruksi baru, denda langsung kami hapus. Panitia tidak memungut satu rupiah pun sejak itu, dan sampai sekarang,” tegas Aura.
Hingga kini, proses seleksi peserta Duta Kampus Uniba berlangsung tanpa penerapan denda apa pun. Panitia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta menjaga suasana kampus tetap kondusif.












