JATIM ZONE – Universitas Annuqayah mendapatkan dukungan nyata dari alumni dan simpatisan untuk mengembangkan hutan kampusnya.
Sumbangan berupa beragam jenis pohon ini merupakan wujud partisipasi publik dalam mewujudkan visi kampus sebagai “Kampus Tatakrama Berwawasan Lingkungan.”
Hingga Kamis, 20 November 2025, tercatat sudah 12 pihak yang menyumbangkan pohon maupun bibit. Jenis pohon yang disumbangkan beragam, mulai dari pohon pelindung seperti Trembesi dan Ketapang Kencana, hingga pohon produktif seperti Klengkeng dan Alpukat.
Sumbangan juga termasuk tanaman khas kepulauan, seperti yang dijanjikan oleh seorang alumni dari Sapeken.
Wakil Rektor III Universitas Annuqayah, Dr. Ach Khatib, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan hutan kampus menjadi salah satu fokus utama universitas pada tahun 2025.
“Pengembangan hutan kampus ini sesuai dengan tagline ‘Kampus Tatakrama Berwawasan Lingkungan’ dan visi Pondok Pesantren Annuqayah,” ujarnya saat ditemui pada Senin, 24 November 2025.
Ia menambahkan bahwa gagasan ini mendapat sambutan yang sangat positif positif.
“Kemarin ada tamu dari Sapeken atau Pagerungan, Pak Yunus, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa. Beliau berkenan menyumbang hewan khas kepulauan ke Hutan Kampus. Dan, ada temannya juga akan menyumbangkan Ayam Hutan dan Ayam Bekisar,” kata Khatib.
Sementara Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Muhammad Hosnan, M.Pd., mengungkapkan bahwa Hutan Kampus telah diresmikan sejak Desember 2024 oleh Kiai M. Faizi, salah satu Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah.
“Dulu di tahun 2024 saat peresmian hutan kampus, kami menanam pohon mahoni. Tahun ini kita kembangkan untuk tata ruang kampus yang lebih asri melalui penanaman beberapa jenis pohon hasil sumbangan dari alumni dan simpatisan,” jelas Hosnan.
Komitmen lingkungan ini merupakan warisan yang telah mengakar. Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, pernah dianugerahi Penghargaan Kalpataru oleh Presiden Soeharto pada tahun 1981 atas jasanya sebagai penyelamat lingkungan.
Berikut daftar lengkap penyumbang per 20 November 2025:
1. KH. Muhaidi (Bindang, Pasean): 2 pohon Polay.
2. Moh. Bakri (Lenteng): 6 pohon Ketapang Kencana.
3. KH. A Khazin Abbasi & Keluarga (PP. Annuqayah Lubangsa Tengah): Daun Dolar dan Bambu Petung.
4. Chainur Rasyid (Kadis Pertanian Sumenep, Prenduan): 10 pohon Trembesi, 3 pohon Alpukat, 5 pohon Tabebuya, dan 3 pohon Klengkeng.
5. Ahmad Zainal (Mandala, Rubaru): 2 rumpun Bambu Kuning.
6. Faizy (Karyawan UA): 1 pohon Duwek Pote.
7. Mundarin (Karyawan UA): Bibit Klengkeng.
8. Nuris (Karyawan UA): 4 pohon Sekar Jambi.












