Warek I Universitas PGRI Sumenep: Guru Tak Sekadar Mengajar, Mereka Membangun Masa Depan Bangsa

JATIM ZONE — Momentum Hari Guru Nasional (HGN) ke – 80 tidak hanya dimaknai sebagai ajang seremonial tahunan, namun menjadi waktu untuk bercermin tentang bagaimana masyarakat memperlakukan para pendidik.

Hal itu disampaikan oleh Suhartatik, Wakil Rektor (Warek) I Universitas PGRI (UPI) Sumenep, saat memberikan refleksinya pada peringatan Hari Guru tahun ini.

Menurutnya, penghormatan terhadap guru saat ini semakin terkikis. Bukan hanya karena kesejahteraan yang masih minim, tetapi juga sikap sebagian murid dan orang tua yang dinilai kurang menghargai profesi pendidik.

“Banyak murid yang tidak lagi menundukkan kepala ketika bertemu guru. Bahkan ada orang tua yang tidak mampu mengucapkan terima kasih, justru terkadang malah mencaci ketika anaknya bermasalah di sekolah,” ujar Suhartatik.

Ia menegaskan bahwa hari guru seharusnya menjadi momentum untuk melakukan perubahan nyata terhadap nasib para guru. Masih banyak guru yang mengajar dalam keterbatasan sarana dan belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, namun tetap hadir dengan semangat untuk mengabdi.

“Negara sangat berutang besar kepada guru. Mereka bekerja dengan dedikasi tinggi, menaruh harapan besar pada anak-anak bangsa, meski berada dalam situasi serba terbatas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, wanita berparas cantik ini menilai bahwa peningkatan kesejahteraan, perlindungan profesi, dan akses pengembangan kompetensi berkelanjutan harus menjadi prioritas pemerintah.

Hal itu penting agar guru dapat mengajar secara optimal dan melahirkan proses pembelajaran yang berkualitas.

“Guru yang sejahtera dan berdaya akan melahirkan pembelajaran yang berkualitas. Investasi terbaik bangsa adalah investasi pada guru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suhartatik menekankan bahwa peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi, termasuk kecerdasan buatan, seperti (AI). Sebab, ada dimensi kemanusiaan dalam proses mendidik yang hanya bisa dilakukan oleh manusia.

“Teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menggantikan guru, karena guru mengajar dan mendidik dengan hati,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *