JATIM ZONE – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, melaksanakan kegiatan studi banding ke Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Malang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PCNU Kabupaten Malang, Sabtu, 20 Desember 2025.
Studi banding ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus serta menyerap program kerja (proker) inspiratif yang telah dijalankan PC GP Ansor Kabupaten Malang.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pematangan proker PAC GP Ansor Lenteng yang sebelumnya telah dirumuskan dalam Rapat Kerja pada 6 Desember 2025 di Kantor MWC NU Kecamatan Lenteng.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng, Musyfiqur Rohman, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas khidmat pengurus kepada organisasi.
“PC GP Ansor Kabupaten Malang merupakan salah satu cabang yang menjadi barometer di Jawa Timur. Kami datang untuk belajar, menimba pengalaman, serta menyerap program-program kerja inspiratif yang dapat kami adaptasi di Lenteng,” ujar Musyfiqur Rohman.
Mantan Ketua PC IPNU Sumenep periode 2017–2019 itu menegaskan bahwa semangat belajar merupakan kunci utama dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU).
“Kami tidak malu untuk belajar kepada siapa pun, terlebih demi kemaslahatan PAC GP Ansor Lenteng, baik untuk agama, bangsa, maupun negara,” imbuhnya.
Musyfiqur menjelaskan, sejak dilantik, pihaknya berupaya menghadirkan program-program kerja yang belum pernah direalisasikan oleh kepengurusan sebelumnya, baik di tingkat PAC se-Sumenep maupun PC GP Ansor Kabupaten Sumenep.
Salah satu program unggulan yang diinisiasi sejak sebelum pelantikan adalah Program Satu Desa Satu Rumah.
“Pada awalnya kami merasa program ini sulit diwujudkan. Namun, melalui diskusi yang intens, ikhtiar yang berkelanjutan, serta doa dan tabarrukan kepada muassis NU, akhirnya ada pengusaha yang bersedia bermitra dengan kami. Bahkan, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk Program Satu Desa Satu Rumah serta pendistribusian beras kepada masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PAC GP Ansor Lenteng berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pengurus Ansor di berbagai daerah guna meningkatkan kualitas pengabdian kepada NU dan negara.
“Melalui studi banding ini, PC GP Ansor Kabupaten Malang menjadi cermin bagi kami dalam berkhidmat ke depan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat bagi masing-masing kepengurusan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, H. Fatkhurrozi, menyampaikan bahwa kegiatan studi banding tersebut menjadi momentum pembelajaran bersama bagi dua kepengurusan dari daerah yang berbeda.
“Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Studi banding bukan sekadar menyerap program dari satu arah, tetapi menjadi ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan inovasi antar-kepengurusan,” katanya.
Menurutnya, pengabdian di NU tidak cukup hanya mengandalkan teori, melainkan harus dilandasi rasa cinta yang mendalam kepada para muassis NU.
“Dengan rasa cinta, kita akan mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, dan bakti. Dari situlah program-program yang direncanakan akan lebih mudah direalisasikan,” jelasnya.
Fatkhurrozi menambahkan, setiap daerah memiliki kearifan lokal dan karakteristik tersendiri yang dapat diolah menjadi program kerja unggulan.
“Salah satu kunci keberhasilan kami hingga menjadi barometer adalah kekompakan pengurus dalam mendukung program ketua. Organisasi yang solid akan melahirkan program yang sukses,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan program kerja, strategi pengelolaan organisasi, serta indikator keberhasilan PC GP Ansor Kabupaten Malang kepada jajaran pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng.
Sebagai penutup, PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng menyerahkan sebilah keris sebagai simbol ikon dan warisan budaya Kabupaten Sumenep kepada PC GP Ansor Kabupaten Malang.












