Anak Pedagang Sayur, Alumni Darussalam Bilapora Rebba Lulus Jadi Anggota Brimob Polri 2025

JATIM ZONE – Salah satu alumni MI/Mts Darussalam, Desa Bilapora Rebba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Andrian Saputra, dinyatakan lulus dan terpilih sebagai anggota Brigade Mobil (Brimob) Polri Tahun 2025 di bawah naungan Polda Jawa Timur.

Kelulusan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, almamater dan masyarakat sekitar.

Capaian ini sekaligus bukti bahwa pendidikan dasar berbasis nilai keagamaan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Di balik keberhasilan itu, tersimpan kisah perjuangan yang sarat keteladanan. Adrian Saputra berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai pedagang sayur di pasar, dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Namun, keterbatasan tersebut tidak memadamkan harapan dan doa yang terus dipanjatkan demi masa depan sang anak.

Orang tua Adrian mengaku tidak pernah menyangka putranya akan mampu menembus seleksi kepolisian.

“Sejujurnya kami tidak pernah berprasangka anak kami bakal menjadi polisi, karena melihat keadaan ekonomi yang sangat minim. Tapi alhamdulillah, berkat kegigihan dan niat yang tulus, semuanya terjawab. Proses tidak akan meninggalkan jejak yang usang,” ujar orang tua Adrian dengan haru.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian sang anak, seraya memberikan pesan agar keberhasilan tersebut menjadi awal dari pengabdian yang lebih luas.

“Saya sebagai orang tua tentu sangat bangga dan bersyukur. Cita-citamu tidak cukup sampai di sini. Tetap jaga sopan santun terhadap siapa pun,” pesannya.

Apresiasi juga datang dari salah guru Madrasah Darussalam, Moh. Masrudi, S.Pd. Ia menilai Adrian sejak menempuh pendidikan di madrasah telah menunjukkan potensi besar untuk meraih kesuksesan.

“Bagi kami, Adrian Saputra merupakan salah satu siswa yang memiliki potensi besar untuk sukses. Hal itu sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku MTs. Ia dikenal sebagai anak yang rajin, aktif, dan kooperatif di lingkungan pendidikan. Kami bangga kepada Riyan atas pencapaiannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ustad Jusup, SH.i, salah satu guru agama Adrian, turut menyampaikan tiga pesan penting yang sarat makna.

Pertama, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas capaian muridnya.

“Selamat, Nak. Saya sangat bangga melihatmu kini gagah mengenakan seragam Polri. Dulu kamu hanya anak kecil yang penuh semangat di kelas saya, sekarang berdiri sebagai penegak hukum yang melindungi masyarakat. Teruslah menebar kebaikan dan jadilah teladan, seperti semangatmu yang dulu selalu menyala. Jadilah polisi yang humanis dan berintegritas,” ujarnya.

Kedua, Ustad Jusup menekankan pentingnya merawat tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Kesuksesanmu menjadi polisi adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar. Ingatlah selalu sumpahmu untuk melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat secara adil tanpa pandang bulu. Integritas adalah harga mati. Tetaplah rendah hati, jujur, dan selalu berpihak pada kebenaran,” tegasnya.

Sementara wejangan terakhir disampaikan Ustad murah senyum ini yakni mengajak Adrian agar terus belajar dan berkembang serta mengolah segala potensi diri yang sudah tertanam.

“Dunia kepolisian sangat dinamis. Jangan pernah berhenti belajar dan mengasah kemampuan. Ikuti perkembangan zaman dan teknologi, namun jangan pernah melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Teruslah berinovasi dalam melayani masyarakat dan jadilah agen perubahan positif di institusimu. Kamu memiliki potensi besar untuk terus bersinar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *