JATIM ZONE – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar aksi penanaman pohon di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Jumat, 16 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen partai dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Aksi tanam pohon tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pengurus partai, termasuk Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Sekretaris DPC Abrari, serta Bendahara DPC Indriyani Yulia Mariska.
Dalam kesempatan itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Sumenep, Hosnam Abrari, menegaskan bahwa komitmen terhadap lingkungan adalah pondasi utama dalam membangun kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan.
“Pelestarian lingkungan bukanlah kerja sambilan, melainkan investasi nyata untuk masa depan rakyat. Dalam konteks pemenangan pemilu, yang kami menangkan bukan hanya suara, tetapi terlebih dahulu adalah kepercayaan dengan membuktikan kepedulian pada hal-hal mendasar seperti lingkungan hidup,” ujar Hosnam Abrari.
Ia menjelaskan, kegiatan di TPA Torbang merupakan bagian dari agenda politik hijau partai yang berorientasi pada aksi nyata. Menurutnya, isu lingkungan dan keadilan sosial adalah dua sisi mata uang yang sama.
“Kerusakan lingkungan dampaknya paling keras dirasakan oleh rakyat kecil. Dengan memulihkan dan menjaga alam, kami sejatinya sedang melakukan perlindungan sosial dan mitigasi bencana. Ini adalah bentuk perlindungan terhadap konstituen kami yang paling utama,” tegasnya.
Hosnam juga menyebut bahwa sikap mencintai lingkungan merupakan amanat ideologis dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Aksi nyata di lapangan, menurutnya, adalah cara partai menerjemahkan ideologi tersebut dalam langkah-langkah praktis yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.
“Bagi kader PDIP, setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah simbol dari akar yang menguatkan hubungan partai dengan rakyat. Melalui gerakan seperti ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa politik yang sejati adalah politik yang memelihara kehidupan,” pungkasnya.












