Festival Ketupat 2026 di Sumenep: Melestarikan Tradisi Lewat Kreasi Anyaman dan Kuliner

JATIM ZONE – Ratusan peserta memeriahkan Festival Ketupat 2026 yang digelar di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, pada Kamis , 26 Maret 2026.

Acara ini menampilkan beragam bentuk kreasi ketupat khas Madura, seperti katopa’ sangoh, katopa’ toju’, katopa’ kope’, katopa’ bhâbâng, katopa’ jhârân, hingga katopa’ masjid.

Festival yang diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), warga, dan pelajar ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari lomba menganyam ketupat hingga sajian kuliner khas yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Lomba menganyam ketupat menjadi sorotan utama, tidak hanya karena kompetisinya, tetapi juga karena menjadi media pelestarian tradisi budaya yang masih lestari di tengah masyarakat pasca-Hari Raya Idulfitri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Sumenep, Faruk Hanafi, menyatakan bahwa festival ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga warisan budaya.

“Kami berharap melalui festival ini, nilai kebersamaan dan gotong royong terus terjaga di tengah masyarakat,” ujar Faruk di sela-sela kegiatan.

Festival Ketupat tahun ini menyelenggarakan dua kategori lomba. Pertama, lomba menu ketupat yang diikuti oleh ASN perangkat daerah, hotel, dan restoran. Kedua, lomba menganyam kreasi ketupat yang diikuti oleh 120 orang peserta.

Pada lomba menu ketupat, peserta menampilkan beragam inovasi olahan dengan cita rasa khas serta penyajian kreatif yang memadukan unsur tradisional dan sentuhan modern.

Sementara itu, lomba menganyam ketupat menjadi ajang unjuk keterampilan dan ketelatenan para peserta dalam menciptakan anyaman dengan bentuk unik dan rapi.

“Lomba menganyam ketupat menunjukkan keterampilan dan kreativitas dalam membuat anyaman berbentuk unik dan menarik. Hasil yang rapi dan beragam bentuk menjadi bukti keahlian serta ketelatenan para peserta dalam menjaga tradisi,” pungkas Faruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *