Membawa Pulang Cerita Sumenep: MYZE Hotel Merancang Wisata yang Lebih dari Sekadar Destinasi

Foto kolase destinasi wisata Sumenep: Pulai Gili Iyang, Gili Labak, Pantai Sembilan Sembilan dan Keraton Sumenep.
Foto kolase destinasi wisata Sumenep: Pulai Gili Iyang, Gili Labak, Pantai Sembilan Sembilan dan Keraton Sumenep.

JATIM ZONE – Di ujung timur Pulau Madura, angin laut membawa bisik tentang sejuta pesona. Sumenep bukan hanya gugusan ratusan pulau yang eksotis, tetapi juga panggung peradaban yang warisannya menggema hingga ke seberang dunia.

Di sanalah, MYZE Hotel Sumenep kemudian mengambil peran sentral. Bukan sekadar menyediakan tempat berteduh, mereka juga telah merangkai program City Tour Destination sebagai bentuk cinta pada pariwisata lokal. Sebuah upaya mengantar para tamu bukan hanya melangkah, tapi larut dalam pengalaman.

Layanan ini hadir sebagai One Stop Travel Experience. Para tamu tak perlu repot menyusun peta perjalanan sendiri. Cukup bersandar, karena MYZE Hotel menyiapkan kemudahan mulai dari akomodasi berkelas hingga akses menuju destinasi unggulan.

Setiap perjalanan akan dikawal pengemudi dan pemandu wisata profesional yang merangkai setiap momen menjadi cerita: penuh makna, tak sekadar nyaman.

Program ini menawarkan paket perjalanan ke sejumlah titik ikonik. Wisata bahari, misalnya, mengajak tamu menyelami kejernihan air Gili Labak, di mana ikan-ikan karang berenang bebas di antara terumbu. Lalu ada Gili Genting dengan hamparan pasir putih yang masih perawan, dan Gili Iyang yang disebut-sebut sebagai salah satu paru-paru dunia berkat kadar oksigen terbersih, setelah Yordania.

Tak hanya biru laut, warisan budaya dan sejarah pun dijelajahi. Para tamu diajak menapaki lorong waktu di Museum Keraton, berziarah ke Makam Asta Tinggi tempat para raja dan keturunan Sumenep dimakamkan, serta singgah di Desa Keris Aeng Tong-Tong. Di desa itulah para empu masih setia menempa bilah keris, menjadikannya satu-satunya kampung perajin keris yang utuh di Nusantara.

Untuk alam dan rekreasi, MYZE merancang singgahan di Pantai Slopeng dan Pantai Lombang yang teduh oleh barisan pohon cemara udang. Tak lupa, Taman Bunga dan pusat oleh-oleh khas Sumenep turut menjadi titik penutup yang manis.

MYZE Hotel Sumenep menyediakan beragam pilihan armada, disesuaikan dengan jumlah tamu. Untuk paket City Tour Sumenep selama enam jam, tarif mulai dari Rp400.000 per grup (minimal empat orang). Harga itu sudah termasuk jasa pengemudi merangkap pemandu, bahan bakar, dan biaya parkir.

Selain wisata kota, tersedia pula layanan antar-jemput eksklusif menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya. Tarif mulai Rp1.000.000 per grup (minimal empat orang) dengan perjalanan estimasi delapan jam, termasuk tol. Sebuah opsi yang memberi ketenangan ekstra bagi tamu yang hendak terbang pulang.

Anndy Bramasto, S.E., M.Par., General Manager MYZE Hotel Sumenep by Artotel, menyatakan bahwa program ini lahir dari hasrat sederhana.

“Melalui City Tour Destination, kami ingin memastikan setiap tamu dapat menikmati keindahan Sumenep dengan standar pelayanan terbaik. Sehingga kunjungan mereka menjadi lebih lengkap dan berkesan,” ujarnya.

Dengan langkah ini, MYZE berharap dapat terus menggerakkan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di Kabupaten Sumenep. Bukan hanya menjadi tempat beristirahat, hotel ini ingin menjadi pintu gerbang utama bagi wisatawan untuk mengenal lebih dalam keajaiban Pulau Madura di Sumenep perlahan, tapi penuh rasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *