Sembilan Nama Calon Ketua DPC PKB Sumenep Muncul, Pengamat Soroti Dinamika Generasi Muda vs Senior

JATIM ZONE – Persaingan memperebutkan posisi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep semakin menarik perhatian publik.

Sebanyak sembilan orang telah resmi muncul sebagai bakal calon dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel C1 pada Minggu, 05 April 2026.

Nama-nama dari kesembilan kandidat tersebut adalah Rasidi, Muhri, Syaiful A’la, Fifi Sofiati Afifiyah, Nur Faizin, MK. Ersyad, Abu Hasan, H. Hamid Ali Munir, dan H. Dulsiam.

Hadirnya nama-nama dari beragam latar belakang ini memicu diskusi hangat mengenai arah kepemimpinan partai ke depan.

Pengamat Politik dari Universitas Wiraraja Madura, Wilda Rasaili, menilai dinamika ini menarik karena mempertemukan figur dari berbagai generasi.

“Dalam konsep kepemimpinan, sebenarnya usia bukanlah parameter utama. Ukurannya adalah siapa yang paling unggul dalam memberikan gagasan, visi, dan perubahan, baik untuk internal partai maupun kepentingan masyarakat,” ujar Wilda, pada Jumat, 10 April 2026.

Kendati demikian, ia juga memberikan catatan mengenai karakteristik figur muda dan senior dalam kepemimpinan. Menurutnya, figur muda biasanya unggul dalam semangat, energi, dan visi, namun menghadapi tantangan dalam hal konsistensi dan akuntabilitas.

“Bedanya, yang muda punya semangat, energik, visioner. Namun terkadang banyak godaan, baik kepentingan maupun urusan pribadi, yang menguji amanah dan akuntabilitas,” jelas akademisi lulusan UGM tersebut.

Sementara itu, figur senior dinilai memiliki keunggulan dalam kematangan diri, meskipun sering dianggap kurang energik.

“Sedangkan yang sepuh, umumnya terlihat tidak energik, tetapi biasanya sudah selesai dengan dirinya sendiri. Maksudnya bukan hanya selesai soal materi, tetapi mental dan pikiran. Mereka berpandangan bahwa politik orientasinya adalah pengabdian, bukan untuk diri sendiri atau kelompok semata,” lanjutnya.

Pria berkacamata ini menegaskan bahwa kematangan diri menjadi faktor penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

“Karena jika tidak selesai dengan dirinya sendiri, maka kekuasaan akan cenderung diselewengkan,” tegasnya.

Muscab PKB Sumenep menjadi momentum krusial dalam menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat daerah untuk periode mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *