Pengawasan Hewan Kurban di Sumenep Menjangkau Hingga Kawasan Kepulauan

JATIM ZONE – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep memastikan bahwa pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan di daerah daratan, tetapi juga mencakup wilayah kepulauan.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyatakan bahwa pemeriksaan secara rutin terus berlangsung di sejumlah kepulauan yang menjadi pusat peternakan rakyat.

Petugas kesehatan hewan telah ditempatkan di beberapa kecamatan kepulauan seperti Arjasa dan Sapudi untuk memastikan hewan ternak yang diperjualbelikan dalam keadaan sehat dan aman.

Menurut Chainur yang akrab disapa Inung, pengawasan menyeluruh ini penting karena kebutuhan hewan kurban di Sumenep setiap tahun cukup tinggi, termasuk yang berasal dari pasokan wilayah kepulauan.

Keberadaan petugas di daerah kepulauan dinilai krusial untuk mencegah beredarnya hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan maupun ketentuan syariat kurban.

Selain memeriksa kondisi fisik, petugas juga mengecek usia hewan melalui pemeriksaan gigi serta memastikan tidak ada cacat atau tanda-tanda penyakit menular. Hasil monitoring sementara menunjukkan bahwa hewan kurban yang dijual masyarakat masih dalam kondisi layak.

“Di kepulauan juga ada petugas medis. Jadi monitoring tetap berjalan rutin,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Masyarakat juga dapat memperoleh jaminan bahwa hewan ternak telah memenuhi standar melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan Qurban (SKKHQ) yang dimiliki penjual dan diterbitkan oleh DKPP setempat.

“Begitu kami lakukan monitoring dan pemeriksaan langsung, rekomendasi bisa langsung diterbitkan hari itu juga,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *