JATIM ZONE – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tengah tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat, profesional, aman, dan andal.
Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut menempatkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta pengembangan sarana dan prasarana medis sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat kualitas pelayanan.
Direktur RSUDMA Sumenep, Erliyati, mengatakan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi salah satu kunci dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit. Menurutnya, perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran harus diimbangi dengan kemampuan SDM yang mengoperasikan serta memanfaatkannya.
“SDM merupakan kekuatan utama rumah sakit. Karena itu kami terus meningkatkan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional, aman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan nasional,” ujar Erliyati, Kamis, 20 Agustus 2026.
Peningkatan kompetensi tersebut dilakukan melalui berbagai program, di antaranya pendidikan berkelanjutan, pelatihan profesi, serta pengembangan kemampuan tenaga kesehatan agar senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kedokteran.
RSUDMA Sumenep memiliki tenaga kesehatan dari berbagai bidang, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga farmasi hingga tenaga penunjang medis.
Kolaborasi lintas profesi menjadi bagian dari pola pelayanan rumah sakit. Penanganan pasien dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pemeriksaan, penentuan diagnosis, pemberian tindakan medis hingga tahap pemulihan.
Pola tersebut diharapkan dapat membuat proses pelayanan lebih efektif serta memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan dan kompetensi tenaga kesehatan.
Selain memperkuat SDM, RSUDMA Sumenep juga terus mengembangkan sarana dan prasarana medis. Penambahan serta optimalisasi peralatan dan teknologi kesehatan dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan dan penanganan pasien.
Modernisasi fasilitas medis diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih akurat, mempercepat proses diagnosis dan penanganan, serta meningkatkan efisiensi pelayanan.
Erliyati menegaskan, kualitas rumah sakit tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari bagaimana pasien mendapatkan pelayanan selama berada di rumah sakit.
“Kami ingin setiap pasien mendapatkan pelayanan yang tepat secara medis, sekaligus merasakan pendekatan yang ramah, humanis, dan penuh empati. Keselamatan serta kepuasan pasien akan selalu menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Menurutnya, pembenahan tersebut merupakan bagian dari respons RSUDMA Sumenep terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Pasien tidak hanya membutuhkan akses terhadap pengobatan, tetapi juga pelayanan yang profesional, aman, cepat, dan memiliki standar mutu yang jelas.
Dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan yang berjalan beriringan dengan pengembangan fasilitas medis, RSUDMA Sumenep berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat Madura serta memperkuat posisi RSUDMA Sumenep sebagai salah satu rumah sakit rujukan dalam jaringan pelayanan kesehatan di Jawa Timur.












