Bupati Wongsojudo : Hilirisasi Kunci Emas Garam Sumenep Tembus Pasar Industri

JATIM ZONE – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, ingin mengubah nasib garam lokal. Bukan hanya dijual mentahan, melainkan ia mendorong hilirisasi agar garam punya “nilai plus” di pasaran.

Sebab selama ini, garam masih terpaku sebagai komoditas bahan baku. Padahal, potensinya jauh lebih dari sekadar asin di lidah.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Khusus JTV bertajuk “Jawa Timur Benteng Swasembada Garam Nasional”, pada Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, sejumlah pengusaha lokal sudah mulai bergerak. Mereka mengembangkan berbagai produk turunan garam, mulai dari garam dapur berkualitas, hingga garam untuk terapi spa.

“Sekarang para pelaku usaha lokal sudah mulai berkreasi. Ada yang bikin garam konsumsi, ada juga yang bikin garam spa,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegunaan garam tidak berhenti di piring makan. Garam merambah ke berbagai sektor industri: kosmetik, tekstil, sabun, deterjen, hingga keperluan minyak dan pengeboran.

“Garam itu tidak hanya untuk konsumsi. Kebutuhannya sangat luas, cuma ini yang belum banyak diketahui masyarakat,” jelasnya.

Orang nomer satu di Kabupaten Sumenep ini juga menyebut bahwa pelaku UMKM mulai merintis produk turunan garam, meski langkah mereka masih belum maksimal.

“Beberapa inovasi sudah dilakukan oleh pengusaha lokal, meskipun masih dalam skala UMKM,” katanya.

Baginya, hilirisasi adalah kunci. Agar garam Sumenep bukan hanya dikenal, tapi juga berdaya saing dan pada akhirnya, mampu menaikkan taraf hidup masyarakat pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *